<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jinong90&#039;s Weblog Education</title>
	<atom:link href="http://jinong90.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jinong90.wordpress.com</link>
	<description>just wanted to share the knowledge of religion and science-technology</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Jun 2011 08:57:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jinong90.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jinong90&#039;s Weblog Education</title>
		<link>http://jinong90.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jinong90.wordpress.com/osd.xml" title="Jinong90&#039;s Weblog Education" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jinong90.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PENGGUNAAN SOFTWARE BAJAKAN MENURUT HUKUM ISLAM</title>
		<link>http://jinong90.wordpress.com/2011/06/13/penggunaan-software-bajakan-menurut-hukum-islam/</link>
		<comments>http://jinong90.wordpress.com/2011/06/13/penggunaan-software-bajakan-menurut-hukum-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 06:51:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jinong90</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jinong90.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Secara umum, hak atas suatu karya ilmiyah, hak atas merek dagang dan logo dagang merupakan hak milik yang keabsahaannya dilindungi oleh syariat Islam. Dan merupakan kekayaan yang menghasilkan pemasukan bagi pemiliknya. Dan khususunya di masa kini, hak ini merupakan `urf yang diakui sebagai jenis dari suatu kekayaan di mana pemiliknya berhak atas semua itu. Boleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jinong90.wordpress.com&amp;blog=4903761&amp;post=206&amp;subd=jinong90&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jinong90.files.wordpress.com/2011/06/ed12-copyleftvscopyright.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-210" title="ed12-copyleftvscopyright" src="http://jinong90.files.wordpress.com/2011/06/ed12-copyleftvscopyright.jpg?w=229&#038;h=300" alt="" width="229" height="300" /></a>Secara umum, hak atas suatu karya ilmiyah, hak atas merek dagang dan logo dagang merupakan hak milik yang keabsahaannya dilindungi oleh syariat Islam. Dan merupakan kekayaan yang menghasilkan pemasukan bagi pemiliknya.</p>
<p>Dan khususunya di masa kini, hak ini merupakan `urf yang diakui sebagai jenis dari suatu kekayaan di mana pemiliknya berhak atas semua itu. Boleh diperjual-belikan dan merupakan komoditi. Llihat Qarar Majma` Al-Fiqh Al-Islami no.5 pada Muktamar kelima 10-15 Desember 1988 di Kuwait.<span id="more-206"></span></p>
<p>Namun khususnya dalam beberapa kasus tertentu, misalnya seseorang terpaksa menggunakan program khusus dan tidak atau belum ada pilihan lain karena harganya tidak terjangkau sementara manfaatnya sangat vital dan menjadi hajat hidup orang banyak, maka banyak ulama yang memberikan keringanan.</p>
<p>Namun bila seseorang membeli mesin pengcopy massal lalu `membajak` program tersebut secara massal di mana anda akan mendapatkan keuntungan, di situlah letak keharamannya secara mutlak.<br />
Hukum Islam sendiri pada hari ini mengakui ada hak cipta sebagai hak milik atau kekayan yang harus dijaga dan dilindungi. Dan membajak atau menjiplak hasil karya orang lain termasuk bagian dari pencurian atau tindakan yang merugikan hak orang lain.</p>
<p>Hukum Islam memungkinkan dijatuhkannya vonis bersalah atas orang yang melakukan hal itu dan menjatuhinya dengan hukuman yang berlaku di suatu sistem hukum.</p>
<p>Namun memang patut disayangkan bahwa sebagian umat Islam masih belum terlalu sadar benar masalah hak cipta ini, sehingga justru di negeri yang paling banyak jumlah muslimnya ini, kasus-kasus pembajakan hak cipta sangat tinggi angkanya. Barangkali karena masalah hak cipta ini memang masih dianggap terlalu baru dan kurang banyak dibahas pada kitab-kitab fiqih masa lampau.</p>
<p><strong>Mengembangkan Produk Sendiri</strong></p>
<p>Satu hal yang patut dicatat dari dominasi Microsoft adalah masih engganya banyak pihak untuk bekerja ekstra keras. Kalau ternyata menggunakan produk perusahaan itu terlalu memberatkan, bukan berarti kita boleh membajaknya.</p>
<p>Mengapa kita semua tidak berpikir alternatif yang lain, misalnya menggalakkan software open source. Selama ini yang gencar meneriakkan open souce hanya terbatas pada kelompok kecil saja, bahkan hanya di kalangan programer tertentu.</p>
<p>Rasanya belum ada satu pun ormas, orsospol, jamaah, komunitas bahkan yayasan serta berbagai macam organisasi milik umat Islam yang serius memikirkan hal ini. Jangan-jangan semua komputer di kantor-kantor lembaga ke-Islaman itu pun masih bajakan, alias curian.</p>
<p>Seharusnya sudah waktunya untuk lebih serius memberikan perhatian di bidang ini, ketimbang setiap hari hanya meributkan hal-hal yang terlalu besar.</p>
<p>Para ulama, dosen, aktifis, ustadz, guru ngaji, kiyai, tokoh masyarakat serta mahasiswa mestinya ikut memikirkan solusi untuk mengembangkan dan mengenalkan open source ini. Agar umat Islam tidak mejadi donatur tetap perusahaan asing karena membeli software secara legal, atau menjadi donatur buat para pembajak karena membeli software bajakan. Tetapi menggunakan software hasil buatan sendiri yang kalau mau ditindak-lanjuti secara serius, pasti tidak akan kalah kualitas dan kenyamanannya dengan produk perusahaan asing itu.</p>
<p>Semoga suatu hari mimpi itu bisa jadi kenyataan.</p>
<p><em>sumber : <a href="http://www.ustsarwat.com/search.php?id=1163734927">http://www.ustsarwat.com/search.php?id=1163734927</a></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jinong90.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jinong90.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jinong90.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jinong90.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jinong90.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jinong90.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jinong90.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jinong90.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jinong90.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jinong90.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jinong90.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jinong90.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jinong90.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jinong90.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jinong90.wordpress.com&amp;blog=4903761&amp;post=206&amp;subd=jinong90&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jinong90.wordpress.com/2011/06/13/penggunaan-software-bajakan-menurut-hukum-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd6074cf44a3c76429c5c92f6c821f28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jinong90</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jinong90.files.wordpress.com/2011/06/ed12-copyleftvscopyright.jpg?w=229" medium="image">
			<media:title type="html">ed12-copyleftvscopyright</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ONANI / MASTRUBASI DITINJAU DARI SEGI ISLAM, KESEHATAN DAN PSIKOLOGIS</title>
		<link>http://jinong90.wordpress.com/2011/06/11/onani-mastrubasi-ditinjau-dari-segi-islam-kesehatan-dan-psikologis/</link>
		<comments>http://jinong90.wordpress.com/2011/06/11/onani-mastrubasi-ditinjau-dari-segi-islam-kesehatan-dan-psikologis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 09:05:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jinong90</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jinong90.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Mengintip sejenak masalah ini, yang banyak dialami oleh kalangan muda. Bukan rahasia umum lagi bahwa onani (masturbasi) sering dilakukan oleh generasi muda yang belum menikah. Bukan hanya pria diantara wanita pun ada yang melakukannya. Lalu bagaimana syari’at kita memandang permasalahan ini begitu juga dari sisi kesehatan dan psikologis? apakah benar bahwa masturbasi merupakan penyelesaian yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jinong90.wordpress.com&amp;blog=4903761&amp;post=196&amp;subd=jinong90&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"><a href="http://jinong90.files.wordpress.com/2011/06/bahas-tuntas-onani-3d.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-201" title="bahas-tuntas-onani-3D" src="http://jinong90.files.wordpress.com/2011/06/bahas-tuntas-onani-3d.jpg?w=168&#038;h=300" alt="" width="168" height="300" /></a>Mengintip sejenak masalah ini, yang banyak dialami oleh kalangan muda. Bukan rahasia umum lagi bahwa onani (masturbasi) sering dilakukan oleh generasi muda yang belum menikah. Bukan hanya pria diantara wanita pun ada yang melakukannya. Lalu bagaimana syari’at kita memandang permasalahan ini begitu juga dari sisi kesehatan dan psikologis? apakah benar bahwa masturbasi merupakan penyelesaian yang bisa menekan gejolak seksualitas seseorang? Untuk menemukan jawabannya marilah kita pelajari masalah ini dengan seksama.<span id="more-196"></span></span>Dalam bahasa Indonesia Masturbasi memiliki beberapa istilah yaitu onani atau rancap, yang maksudnya perangsangan organ sendiri dengan cara  menggesek-geseknya melalui tangan atau  benda lain hingga mengeluarkan sperma dan mencapai orgasme.Sedangkan bahasa gaulnya adalah <em>coli </em>atau <em>main sabun</em> yaitu kegiatan yang dilakukan seseorang dalam memenuhi kebutuhan seksualnya, dengan menggunakan tambahan alat bantu sabun atau benda-benda lain, sehingga dengannya dia bisa mengeluarkan mani(ejakulasi).</p>
<p>Tujuan utama dari masturbasi adalah untuk mencari kepuasan atau melepas keinginan nafsu seksual dengan jalan tidak bersenggama.Dalam islam masturbasi dikenal dengan beberapa nama yaitu, <em>al-istimna’ al-istimna’ billkaff, nikah al-yad,</em> �<em>jildu �umairah, al-i’timar</em> atau<em>‘adatus sirriyah. </em>Masturbasi yang dilakukan oleh wanita, disebut <em>al-ilthaf</em>.</p>
<p>Menurut penelitian, para pemuda yang berumur antara 13 dan 20 tahun merupakan usia yang paling banyak melakukan masturbasi. Biasanya yang melakukan masturbasi adalah anak-anak muda yang belum kawin, atau menjanda, orang-orang dalam pengasingan dan bermacam-macam lagi. Dan, jika dibandingkan, anak laki-laki lebih banyak melakukan masturbasi daripada anak perempuan. Diantara penyebabnya ialah:</p>
<p>a. nafsu seksual anak perempuan tidak datang  melonjak dan eksplosif, berbeda dengan anak laki-laki.</p>
<p>b. perhatian anak perempuan tidak tertuju kepada masalah sanggama karena mimpi seksual dan mengeluarkan sperma(ihtilam) lebih banyak dialami oleh anak-anak laki-laki. Mimpi erotis yang menyebabkan orgasme pada anak perempuan terjadi jika perasaan itu telah dialaminya dalam keadaan terjaga.</p>
<p><strong>Masturbasi di Tinjau dari Segi Kesehatan</strong></p>
<p>Para ilmuwan barat dan juga psikolog modern mengatakan bahwa melakukan onani tidak merusak kesehatan jika dilakukan tidak secara berlebih-lebihan. Karena ia hanyalah mengeluarkan apa yang berlebihan pada tubuh jadi kehilangan benih tidaklah merugikan tubuh karena kelenjar�kelenjar benih segera mengisi kekosongan. Meskipun demikian hal ini tidaklah menjadi dalil di bolehkannya melakukan onani karena sebenarnya bahaya dan kerugiannya terletak pada segi yang lain.(Lihat :Bimbingan Seks Suami Istri Pandangan Islam dan Medis, hal 192  ,dr. Nina Surtiretna).</p>
<p>Walau tidak memberi dampak secara medis, masturbasi dapat memberi dampak pada keintiman dan kelanggengan pernikahan. Dari penelitian yang dilakukannya, Dr. Archibald mengatakan bahwa pria yang bermasturbasi akan terus melakukannya sekalipun telah menikah. Mereka bermasturbasi karena ketagihan. *(Lihat : Masturbasi: Masalah Klasik Pria, hal 61, dr. Handrawan Nadesul)</p>
<p><strong>Masturbasi di Tinjau dari Segi Psikologis</strong></p>
<p>Sebagaimana yang kita ketahui seseorang yang melakukan masturbasi satu-satunya sumber rangsangan seksual adalah dengan berupa khayalan. Khayalan diri sendiri itulah yang menciptakan rangsangan dan gambaran erotis dalam pikiran tidak ada cara lain yang ikut serta. Berbeda dengan senggama yang asli dimana kedua belah pihak yaitu suami dan istri berpartisipasi membangkitkan gairah seksual mereka yang berakhir pada kepuasan dan kebahagian.Seluruh anggota tubuh turut mengambil bagian bukan hanya anggota kelamin saja (berbeda dengan masturbasi). Jadi masturbasi tidak memberikan kepuasan yang sebenarnya, hanya kepuasan semu semata.</p>
<p>Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa dalam persetubuhan (senggama) suami istri terdapat puncak kenikmatan, puncak kasih sayang terhadap pasangannya, pahala, shadakah, kesenangan jiwa, hilangnya pikiran-pikiran kotor, hilangnya ketegangan, badan terasa ringan dan bertambah sehat .Pada setiap bagian tubuh mendapat sentuhan kenikmatan. Mata memperoleh kenikmatan dengan memandang pasangannya, telinga mendengar perkataannya, hidung mencium aromanya, mulut mengecupnya dan tangan mengelusnya. Setiap anggota badan mendapat bagian kenikmatan yang dituntutnya.*</p>
<p>(Raudhatul Muhibbin Taman Orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu, hal 179-180)</p>
<p>Lalu bandingkanlah dengan masturbasi, tentu sangat jauh sekali.Hasilnya masturbasi tidak bekerja sebagai suatu kebajikan karena secara psikologis masturbasi ini malah menciptakan depresi emosional dan psikologis (kejiwaan). Pelakunya akan selalu dihantui perasaan bersalah dan berdosa. Sedangkan pada persetubuhan suami istri didapat ketenangan dan pahala yang besar berdasarkan hadits berikut ini:</p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';">و في بضع احدكم اجر قا لوا يا رسول الله  ا ياتي احد نا شهوثه و يكون له اجر ؟ قا ل : أ ر أيتم لو وضعها  في</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';"> الحرام أ كا ن عليه وزر؟ قا لوا : نعم  قال : فكذ لك إذا وضعها في الحلال يكون له أجر. ( رواه مسلم)  </span></p>
<p>�<em>Dan, didalam persetubuhan salah seorang diantara kalian ada pahala�. Mereka bertanya, �Wahai Rasulullah, adakah salah seorang diantara kami memuaskan birahinya dan dia mendapat pahala karena itu?� Beliau bersabda: �Bagaimana pendapat kalian jika dia meletakannya pada hal yang haram, apakah dia mendapat dosa?� Mereka menjawab, �Benar�, beliau bersabda, �demikian pula jika dia meletakannya pada hal yang halal, maka dia mendapat pahala�</em> (HR.Muslim)</p>
<p>Bahkan termasuk dalam golongan syuhada apabila ia mendapati dirinya mati dalam keadaan junub (mengumpuli istrinya) haditsnya dari Jabir bin Atik dari Rasulullah shalallahu alaihi wassalam beliau bersabda:</p>
<p>�<em>Syuhada itu ada tujuh selain orang yang gugur berperang fi sabilillah ( di jalan Allah) yaitu: Orang yang mati ditusuk adalah syahid, mati tenggelam adalah syahid, <strong>mati berkumpul dengan istri adalah syahid</strong>, mati sakit perut adalah syahid, mati terbakar adalah syahid, mati tertimpa reruntuhan adalah syahid dan wanita yang mati melahirkan anak adalah syahid</em>� (HR.Ahmad 5/446, Abu Dawud hadits no.3111, Nasaa�i 4/13-14, dan Hakim dalam kitab Mustadraknya 1/352 dengan komentar hadits ini sanadnya shahih. Pendapat ini di setujui oleh Adh-Dhahabi)*</p>
<p>(Husnul Khatimah Akhir Yang Baik, hal 39)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>sumber : <a href="http://jilbab.or.id/archives/136-masturbasi-onani-ditinjau-dari-sisi-agama-kesehatan-dan-psikologisi/" rel="nofollow">http://jilbab.or.id/archives/136-masturbasi-onani-ditinjau-dari-sisi-agama-kesehatan-dan-psikologisi/</a></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jinong90.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jinong90.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jinong90.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jinong90.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jinong90.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jinong90.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jinong90.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jinong90.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jinong90.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jinong90.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jinong90.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jinong90.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jinong90.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jinong90.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jinong90.wordpress.com&amp;blog=4903761&amp;post=196&amp;subd=jinong90&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jinong90.wordpress.com/2011/06/11/onani-mastrubasi-ditinjau-dari-segi-islam-kesehatan-dan-psikologis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd6074cf44a3c76429c5c92f6c821f28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jinong90</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jinong90.files.wordpress.com/2011/06/bahas-tuntas-onani-3d.jpg?w=168" medium="image">
			<media:title type="html">bahas-tuntas-onani-3D</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TENTANG ALAM BARZAKH</title>
		<link>http://jinong90.wordpress.com/2011/06/10/tentang-alam-barzakh/</link>
		<comments>http://jinong90.wordpress.com/2011/06/10/tentang-alam-barzakh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 14:33:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jinong90</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jinong90.wordpress.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Barzakh (Bahasa Arab برزخ) adalah alam kubur yang membatasi antara dunia dan akhirat. Barzakh menjadi tempat persinggahan sementara jasad makhluk sampai dibangkitkannya pada hari kiamat. Penghuni barzakh berada ditepi dunia (masa lalu) dan akhirat (masa depan). Menurut syariat Islam dialam Barzakh ini, sang mayat akan bertemu dengan para Malaikat Munkar dan Nakir. Etimologi Secara harfiah Barzakh berarti jarak waktu atau penghalang antara 2 hal dan tidak ada yang sanggup melewatinya.[1] Menurut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jinong90.wordpress.com&amp;blog=4903761&amp;post=147&amp;subd=jinong90&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre><strong>Barzakh</strong> (<a title="Bahasa Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab">Bahasa Arab برزخ</a>) adalah <a title="Alam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alam">alam</a> <a title="Kubur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kubur">kubur</a> yang membatasi antara <a title="Dunia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dunia">dunia</a> dan <a title="Akhirat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Akhirat">akhirat</a>. Barzakh menjadi tempat persinggahan sementara <a title="Jasad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jasad">jasad</a> <a title="Makhluk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makhluk">makhluk</a> sampai dibangkitkannya pada hari <a title="Kiamat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kiamat">kiamat</a>. Penghuni barzakh berada ditepi dunia (masa lalu) dan akhirat (masa depan). Menurut <a title="Syariat Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syariat_Islam">syariat Islam</a> dialam Barzakh ini, sang mayat akan bertemu dengan para <a title="Malaikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaikat">Malaikat</a> <strong><a title="Munkar dan Nakir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Munkar_dan_Nakir">Munkar dan Nakir</a></strong>.</pre>
<h2>Etimologi</h2>
<p>Secara harfiah Barzakh berarti jarak waktu atau penghalang antara 2 hal dan tidak ada yang sanggup melewatinya.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Barzakh#cite_note-0">[1]</a></sup> Menurut syariat Islam barzakh berarti tempat yang berada di antara maut dan kebangkitan, menurut firman Allah dalam <a title="Al-Quran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Quran">Al-Quran</a> Surah Al Mu&#8217;minuun: 100,</p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="20">“</td>
<td valign="top"><em>Di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” Ia menjawab, itu adalah alam antara kematian dan kebangkitan kembali.</em>(Al Mu&#8217;minuun, 100)</td>
<td valign="bottom" width="20">”</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Dengan kata lain tempat yang disebut barzakh adalah<span id="more-147"></span> mulai dari waktu kematian sampai dibangkitkan hidup kembali.</p>
<h2>Keadaan mayat</h2>
<p>Seseorang yang telah mati tidak akan mengetahui kehidupan dari orang yang masih hidup karena ia tinggal di dalam dunia yang benar-benar beda. Bagaimanapun, dikisahkan bahwa seseorang yang mati dapat merasakan langkah kaki dari orang berjalan.</p>
<p>Dikisahkan bahwa Muhammad melihat seseorang yang berada di dalam sumur, yang mana tubuh dari orang kafir ini dibuang kedalam sumur, ia terbunuh pada Perang Badar dan Muhammad berkata, &#8220;Pernahkan engkau menemukan kebenaran tentang Tuhan yang dijanjikan kepadamu?&#8221; Umar bertanya, &#8220;Engkau menyapa orang mati.&#8221; Muhammad menjawab, &#8220;Mereka mendengar lebih baik dari pada kamu, tetapi mereka tidak bisa membalasnya.&#8221;<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Barzakh#cite_note-1">[2]</a></sup></p>
<p>Manusia sudah akan mengetahui nasibnya ketika mereka berada di barzakh. Apakah termasuk penghuni surga atau neraka. Jika seseorang menjadi penghuni surga, maka dibukakan baginya pintu surga, hawa sejuk surga akan mereka rasakan setiap pagi dan sore. Sebaliknya jika menjadi penghuni neraka, pintu neraka pun akan dibukakan untuknya dan dia akan merasakan hawa panas neraka setiap pagi dan sore.</p>
<p><a title="Al-Barra bin ’Azib (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Al-Barra_bin_%E2%80%99Azib&amp;action=edit&amp;redlink=1">Al-Barra bin ’Azib</a> menceritakan hadits yang panjang yang diriwayat <a title="Imam Ahmad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Ahmad">Imam Ahmad</a> tentang perjalanan seseorang setelah kematian. Seorang <a title="Mukmin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mukmin">mukmin</a> yang akan meninggal dunia disambut ceria oleh <a title="Malaikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaikat">malaikat</a>dengan membawa kain kafan dari <a title="Surga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surga">surga</a>. Kemudian datang malaikat maut duduk di atas kepalanya dan memerintahkan <a title="Ruh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ruh">ruh</a> yang baik untuk keluar dari jasadnya.</p>
<p>Selanjutnya disambut oleh malaikat dan ditempatkan di kain kafan surga dan diangkat ke <a title="Langit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Langit">langit</a>. Penduduk langit dari kalangan malaikat menyambutnya, sampai di langit terakhir bertemu <a title="Allah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Allah">Allah</a>, kemudian Allah memerintahkan pada malaikat untuk mencatat kitab hamba-Nya ke dalam <em>’illiyiin</em> dan dikembalikan ruhnya ke Barzakh. Setelah dikembalikan lagi ruh itu ke jasadnya dan datanglah dua malaikat, <a title="Munkar dan Nakir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Munkar_dan_Nakir">Munkar dan Nakir</a> yang akan bertanya kepada sang mayat. Pertanyaan itu adalah;</p>
<ul>
<li>&#8220;Siapa Tuhanmu?&#8221;</li>
<li>&#8220;Apa agamamu?&#8221;</li>
<li>&#8220;Siapa lelaki yang diutus kepadamu?&#8221;</li>
<li>&#8220;Siapa yang mengajarimu?&#8221;</li>
</ul>
<p>Menurut <a title="Syariat Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syariat_Islam">syariat Islam</a>, hanya orang yang beriman saja yang dapat menjawabnya dengan baik. Maka kemudian akan diberi alas dari surga, mendapat kenikmatan di kubur dengan selalu dibukakan baginya pintu surga, dilapangkan dan diterangkan kuburnya. Sang mayat akan mendapat teman yang baik dengan wajah yang baik, pakaian yang baik dan aroma yang baik. Lelaki itu adalah gambaran dari amal perbuatannya selama hidup didunia. Keadaan berubah sebaliknya jika simayat adalah orang yang tidak beriman.</p>
<h2>Azab Kubur</h2>
<p>Azab Kubur menurut <a title="Ibnu Taimiyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Taimiyah">Ibnu Taimiyah</a> menyelaraskan dengan para <a title="Ulama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ulama">ulama</a> lainnya, bahwa ruh-ruh orang beriman berada di <a title="Surga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surga">surga</a>, walaupun bersamaan dengan itu ruhnya dikembalikan ke jasad, sama halnya dengan ruh berada di jasad, tetapi ruhnya naik ke langit seperti pada saat tidur. Adapun bahwa ruhnya berada di syurga itu berdasarkan hadits-hadits umum. Hal ini ditegaskan oleh <a title="Imam Ahmad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Ahmad">Imam Ahmad</a> dan ulama lainnya. Mereka berdalil dengan hadits-hadits yang umum dan hadits yang khusus mengenai tidur dan lain-lainnya. Mengenai azab kubur Mahzab Ahlusunah berpendapat bahwa azab kubur mengenai ruh itu baik terpisah dari jasad atau berhubungan dengan jasad, sedangkan Ibnu Taimiyah berkata azab dan kenikmatan menimpa jasad dan jiwa sekaligus.</p>
<h3>Hadits tentang azab kubur</h3>
<p>Ada hadits yang menceritakan tentang siksa kubur, di antaranya adalah dari <a title="Ibnu Abbas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Abbas">Ibnu Abbas</a>. Ia berkata, Nabi Muhammad melewati salah satu dinding dari dinding-dinding <a title="Madinah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madinah">Madinah</a> atau <a title="Makkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makkah">Makkah</a>, lalu beliau mendengar suara dua orang manusia yang sedang disiksa di dalam kuburnya. Nabi bersabda, &#8220;Dua orang sedang disiksa dan keduanya tidak disiksa karena dosa besar.&#8221; Kemudian beliau bersabda, &#8220;Yang seorang tidak bertirai dalam berkencing dan yang lain berjalan dengan mencaci maki.&#8221; Kemudian beliau minta diambilkan pelepah korma yang basah, lalu dibelah menjadi dua dan beliau letakkan pada masing-masing kuburan itu satu belahan. Lalu dikatakan, &#8220;Wahai rasulullah, kenapakah engkau perbuat ini??&#8221; Beliau bersabda, &#8220;Mudah-mudahan keduanya diringankan selama dua belah ini belum kering?&#8221;<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Barzakh#cite_note-2">[3]</a></sup></p>
<p>&#8220;Dari Ibnu Abbas, ia berkata, Nabi Muhammad berjalan melalui dua buah kubur, lalu beliau bersabda, Sesungguhnya orang yang ada di dalam kubur ini disiksa, tetapi bukannya disiksa karena mengerjakan dosa besar. Adapun yang seorang dari pada keduanya itu tidak beristinja dengan sebersih-bersihnya dari kencingnya, sedangkan yang lain ini suka berjalan dengan menyampaikan kata-kata yang berupa adu domba. Kemudian beliau mengambil setangkai pelepah kurma yang masih basah, lalu membelahnya menjadi dua bagian, kemudian setiap belahan tadi dipancangkan pada setiap kubur (yakni masing-masing dari dua buah kubur itu diberi separuh belahannya). Para sahabat bertanya, &#8220;Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan ini??&#8221; Beliau bersabda, &#8220;Mudah-mudahan keduanya diringankan selama dua belahan itu belum kering?&#8221;.<br /><sup><em></em><em>Sumber : <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Barzakh">http://id.wikipedia.org/wiki/Barzakh</a></em></sup></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jinong90.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jinong90.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jinong90.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jinong90.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jinong90.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jinong90.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jinong90.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jinong90.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jinong90.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jinong90.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jinong90.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jinong90.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jinong90.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jinong90.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jinong90.wordpress.com&amp;blog=4903761&amp;post=147&amp;subd=jinong90&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jinong90.wordpress.com/2011/06/10/tentang-alam-barzakh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd6074cf44a3c76429c5c92f6c821f28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jinong90</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HUKUM PACARAN MENURUT ISLAM</title>
		<link>http://jinong90.wordpress.com/2011/06/10/hukum-pacaran-menurut-islam/</link>
		<comments>http://jinong90.wordpress.com/2011/06/10/hukum-pacaran-menurut-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 11:13:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jinong90</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jinong90.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[“Janganlah kamu sekalian mendekati perzinahan, karena zina itu adalah perbuatan yang keji…” (QS. Al-Isra : 32). Istilah pacaran yang dilakukan oleh anak-anak muda sekarang ini tidak ada dalam Islam. Yang ada dalam Islam ada yang disebut “Khitbah” atau masa tunangan. Masa tunangan ini adalah masa perkenalan, sehingga kalau misalnya setelah khitbah putus, tidak akan mempunyai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jinong90.wordpress.com&amp;blog=4903761&amp;post=128&amp;subd=jinong90&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jinong90.files.wordpress.com/2011/06/pacaran.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-129" title="pacaran" src="http://jinong90.files.wordpress.com/2011/06/pacaran.jpg?w=614" alt=""   /></a></p>
<p>“<em>Janganlah kamu sekalian mendekati perzinahan, karena zina itu adalah perbuatan yang keji…</em>” (QS. Al-Isra : 32).</p>
<p>Istilah pacaran yang dilakukan oleh anak-anak muda sekarang ini tidak ada dalam Islam. Yang ada dalam Islam ada yang disebut “Khitbah” atau masa tunangan. Masa tunangan ini adalah masa perkenalan, sehingga kalau misalnya setelah khitbah putus, tidak akan mempunyai dampak seperti kalau putus setelah nikah. Dalam masa pertunangan keduanya boleh bertemu dan berbincang-bincang di tempat yang aman, maksudnya ada orang ketiga meskipun tidak terlalu dekat duduknya dengan mereka.<span id="more-128"></span></p>
<p>Kalau dilihat dari hukum Islam, pacaran yang dilakukan oleh anak-anak sekarang adalah haram. Mengapa haram?</p>
<p>Karena pacaran itu akan membawa kepada perzinahan dimana zina adalah termasuk dosa besar, dan perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah. Oleh karena itu ayatnya berbunyi sebagaimana yang dikutip di awal tulisan ini. Ayat tersebut tidak mengatakan jangan berzina, tetapi jangan mendekati zina, mengapa demikian ? Karena biasanya orang yang berzina itu tidak langsung, tetapi melalui tahapan-tahapan seperti : saling memandang, berkenalan, bercumbu kemudian baru berbuat zina yang terkutuk itu.</p>
<p><strong>PENCEGAHAN</strong></p>
<p>Dalam hukum Islam umumnya, manakala sesuatu itu diharamkan, maka segala sesuatu yang berhubungan dengan yang diharamkan itu diharamkan juga. Misalnya minum arak, bukan hanya minumnya yang diharamkan, tapi juga yang memproduksinya, yang menjualnya, yang membelinya, yang duduk bersama orang yang minum tersebut juga diharamkan.</p>
<p>Demikian juga halnya dengan masalah zina. Oleh karena itu maka syariat Islam memberikan tuntunan pencegahan dari perbuatan zina, karena Allah Maha Tahu tentang kelemahan manusia.</p>
<p>Berikut ini adalah pencegahan agar kita tidak terjerumus ke dalam perzinahan :</p>
<ol>
<li>Dilarang laki dan perempuan yang bukan mahram untuk berdua-duaan. Nabi Saw bersabda : “Apabila laki-laki dan perempuan yang bukan mahram berdua-duaan, maka yang ketiga adalah setan.” Setan juga pernah mengatakan kepada Nabi Musa AS bahwa apabila laki dan perempuan berdua-duaan maka aku akan menjadi utusan keduanya untuk menggoda mereka. Ini termasuk juga kakak ipar atau adik perempuan ipar.</li>
<li>Harus menjaga mata atau pandangan, sebab mata itu kuncinya hati. Dan pandangan itu pengutus fitnah yang sering membawa kepada perbuatan zina. Oleh karena itu Allah berfirman : “Katakanlah kepada laki-laki mukmin hendaklah mereka memalingkan pandangan mereka (dari yang haram) dan menjaga kehormatan mereka dan katakanlah kepada kaum wanita hendaklah mereka meredupkan mata mereka dari yang haram dan menjaga kehormatan mereka (An-Nur : 30-31).</li>
<li>Diwajibkan kepada kaum wanita untuk menjaga aurat mereka, dan dilarang mereka untuk memakai pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk suaminya. Dalam hadits dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah dengan berpakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, memakai minyak wangi baunya semerbak, memakai make up dan sebagainya, setiap langkahnya dikutuk oleh para malaikat, dan setiap laki-laki yang memandangnya sama dengan berzina dengannya. Di hari kiamat nanti perempuan seperti itu tidak akan mencium baunya surga (apalagi masuk surga).</li>
<li>Dengan ancaman bagi yang berpacaran atau berbuat zina. Misalnya Nabi bersabda : “lebih baik memegang besi yang panas daripada memegang atau meraba perempuan yang bukan istrinya (kalau ia tahu akan berat siksaannya). Dalam hadits yang lain : “Barangsiapa yang minum (minuman keras) atau berzina, maka Allah akan melepas imannya dalam hatinya, seperti seseorang melepaskan peci dari kepalanya (artinya kalau yang sedang berzina itu meninggal ketika berzina, ia tidak sempat bertobat lagi, maka dia meninggal sebagai orang kafir yang akan kekal di neraka).</li>
</ol>
<p>Oleh karena itu Syekh Sharwi menggambarkan : seandainya ada seorang wanita cantik yang sudah hampir telanjang di sebuah kamar, kemudian ditawarkan kepada seorang pemuda … “Maukah kamu saya kasihkan perempuan itu untuk kamu semalam suntuk, tapi besok pagi saya akan masukan kamu ke kamar yang sebelahnya, yang penuh dengan api, apakah mungkin anak muda itu akan mau untuk menikmati tubuh wanita semalam suntuk kemudian digodok keesokan harinya dalam api?</p>
<p>Nah ketika kita tergoda untuk berbuat zina atau minum, coba bayangkan kalau kita meninggal ketika itu, bagaimana nasib kita? Tiada dosa yang lebih besar setelah syirik kepada Allah daripada meneteskan air mani dalam suatu tempat (kehormatan) yang tidak halal baginya. Neraka Jahannam mempunyai “Tujuh pintu gerbang” (QS. Al-Hijr : 44), dan pintu gerbang yang paling panas, dahsyat, seram, keji, dan bau adalah diperuntukan bagi orang-orang yang suka berzina setelah dia tahu bahwa zina itu haram.</p>
<p>Sebagaimana kita yakini sebagai seorang muslim bahwa segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah, mesti mempunyai dampak yang negatif di masyarakat. Kita lihat saja di Amerika Serikat, bagaimana akibat karena adanya apa yang disebut dengan free sex, timbul berbagai penyakit. Banyak anak-anak yang terlantar, anak yang tidak mengenal ayahnya, sehingga timbul komplikasi jiwa dan sebagainya. Oleh karena itu, jalan keluar bagi para pemuda yang tidak kuat menahannya adalah :</p>
<ol>
<li>Menikah, supaya bisa menjaga mata dan kehormatan.</li>
<li>Kalau belum siap menikah, banyaklah berpuasa dan berolahraga</li>
<li>Jauhkan mata dan telinga dari segala sesuatu yang akan membangkitkan syahwat</li>
<li>Dekatkan diri dengan Allah, dengan banyak membaca Al-Qur’an dan merenungkan artinya. Banyak berzikir, membaca shalawat, shalat berjamaah di Masjid, menghadiri pengajian-pengajian dan berteman dengan orang-orang yang shaleh yang akan selalu mengingatkan kita kepada jalan yang lurus.</li>
<li>Dan ingat bahwa Allah telah menjanjikan kepada para anak muda yang sabar menahan pacaran dan zina yaitu dengan bidadari, yang kalau satu diantaranya menampakkan wajahnya ke alam dunia ini, setiap laki-laki yang memandangnya pasti akan jatuh pingsan karena kecantikannya. Coba anda bayangkan saja siapa menurut anda wanita yang paling cantik di alam dunia ini, maka pastilah bidadari itu entah berapa juta kali lebih cantik dari wanita yang anda bayangkan itu.</li>
</ol>
<p><em>(diadaptasi dari majalah Perkawinan dan Keluarga)</em></p>
<p><em>sumber : <a href="http://arulalmy.wordpress.com/2009/07/29/hukum-pacaran-menurut-islam/">http://arulalmy.wordpress.com/2009/07/29/hukum-pacaran-menurut-islam/</a></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jinong90.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jinong90.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jinong90.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jinong90.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jinong90.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jinong90.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jinong90.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jinong90.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jinong90.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jinong90.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jinong90.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jinong90.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jinong90.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jinong90.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jinong90.wordpress.com&amp;blog=4903761&amp;post=128&amp;subd=jinong90&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jinong90.wordpress.com/2011/06/10/hukum-pacaran-menurut-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd6074cf44a3c76429c5c92f6c821f28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jinong90</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jinong90.files.wordpress.com/2011/06/pacaran.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pacaran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AQIDAH &amp; AKHLAQ</title>
		<link>http://jinong90.wordpress.com/2011/06/10/aqidah-akhlaq/</link>
		<comments>http://jinong90.wordpress.com/2011/06/10/aqidah-akhlaq/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 09:57:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jinong90</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jinong90.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[pengertian akidah dan akhlak Aqidah adalah ilmu yang mengajarkan manusia mengenai kepercayaan yang pasti wajib dimiliki oleh setiap orang di dunia. Alquran mengajarkan akidah tauhid kepada kita yaitu menanamkan keyakinan terhadap Allah SWT yang satu yang tidak pernah tidur dan tidak beranak-pinak. Percaya kepada Allah SWT adalah salah satu butir rukun iman yang pertama. Orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jinong90.wordpress.com&amp;blog=4903761&amp;post=93&amp;subd=jinong90&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://jinong90.files.wordpress.com/2011/06/kaligrafi51.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-94" title="kaligrafi51" src="http://jinong90.files.wordpress.com/2011/06/kaligrafi51.jpg?w=300&#038;h=282" alt="" width="300" height="282" /></a></h3>
<h3><strong>pengertian akidah dan akhlak</strong></h3>
<div>
<p>Aqidah adalah ilmu yang mengajarkan manusia mengenai kepercayaan yang pasti wajib dimiliki oleh setiap orang di dunia. Alquran mengajarkan akidah tauhid kepada kita yaitu menanamkan keyakinan terhadap Allah SWT yang satu yang tidak pernah tidur dan tidak beranak-pinak. Percaya kepada Allah SWT adalah salah satu butir rukun iman yang pertama. Orang yang tidak percaya terhadap rukun iman disebut sebagai orang-orang kafir.<span id="more-93"></span><br />
<a name="more"></a><br />
Akhlak adalah perilaku yang dimiliki oleh manusia, baik akhlak yang terpuji atau akhlakul karimah maupun yang tercela atau akhlakul madzmumah. Allah SWT mengutus Nabi Muhammd SAW tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperbaiki akhlaq. Setiap manusia harus mengikuti apa yang diperintahkanNya dan menjauhi laranganNya.<br />
Akidah adalah gudang akhlak yang kokoh. Ia mampu menciptakan kesadaran diri bagi manusia untuk berpegang teguh kepada norma dan nilai-nilai akhlak yang luhur. Akan tetapi sebaliknya, akidah-akidah hasil rekayasa manusia berjalan sesuai dengan langkah hawa nafsu manusia dan menanamkan akar-akar egoisme dalam sanubarinya.<br />
Akhlak mendapatkan perhatian istimewa dalam akidah Islam.<br />
Rasulullah saww bersabda:<br />
بُعِثْتُ ِلأُتَمِّمَ مَكَارِمَ اْلأَخْلاَقِ<br />
(Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia).<br />
Dalam hadis lain beliau bersabda: “Akhlak yang mulia adalah setengah dari agama”.<br />
Salah seorang sahabat bertanya kepada belaiu: “Anugerah apakah yang paling utama yang diberikan kepada seorang muslim?” Beliau menjawab: “Akhlak yang mulia”.</p>
<p>Islam menggabungkan antara agama yang hak dan akhlak. Menurut teori ini, agama menganjurkan setiap individu untuk berakhlak mulia dan menjadikannya sebagai kewajiban (taklif) di atas pundaknya yang dapat mendatangkan pahala atau siksa baginya. Atas dasar ini, agama tidak mengutarakan wejangan-wejangan akhlaknya semata tanpa dibebani oleh rasa tanggung jawab. Bahkan agama menganggap akhlak sebagai penyempurna ajaran-ajarannya. Karena agama tersusun dari keyakinan (akidah) dan perilaku. Dan akhlak mencerminkan sisi perilaku tersebut.<br />
Imam Baqir a.s. berkata:<br />
إِنَّ أَكْمَلَ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا<br />
(Mukminin yang paling sempurna imannya adalah yang paling mulia akhlaknya).<br />
Seseorang datang kepada Rasulullah saww dari arah muka dan bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah agama itu?” Rasulullah saww menjawab: ”Akhlak yang mulai”. Kemudian laki-laki itu mendatangi beliau dari arah kiri dan bertanya: “Apakah agama itu?” Beliau menjawab: “Akhlak yang mulia”. Lalu laki-laki itu mendatangi beliau dari arah kanan dan bertanya: “Apakah agama itu?” “Akhlak yang mulia”, jawab beliau untuk yang ketiga kalinya. Akhirnya lali-laki itu mendatangi beliau dari arah belakang dan bertanya: “Apakah agama itu?” Rasulullah saww menoleh kepadanya dan bersabda: “Apakah kau tidak memahami agama? Agama adalah hendaknya engkau jangan suka marah”.<br />
Amirul Mukminin a.s. berkata:<br />
عُنْوَانُ صَحِيْفَةِ الْمُؤْمِنِ حُسْنُ خُلُقِهِ<br />
(Sifat utama seorang mukmin adalah kemuliaan akhlaknya).<br />
Allamah Thabathaba’i menulis: “Akhlak tidak akan dapat membahagiakan sebuah masyarakat dan mengarahkan manusia untuk memperbaiki amalnya kecuali jika akhlak itu bersandar kepada tauhid. Yaitu keyakinan bahwa alam semesta, termasuk manusia memiliki Tuhan Yang Esa dan abadi yang segala sesuatu tidak tersembunyi dari ilmu-Nya dan tidak ada kekuatan lain yang dapat menundukkan kekuasaan-Nya. Ia mencipatakan segala sesuatu dengan aturan yang terbaik, tidak karena Ia butuh kepadanya. Ia akan membangkitkan mereka kembali dan menghisabnya. Setelah itu, Ia akan memberikan pahala kepada orang yang berbuat baik karena perbuatan baik (yang pernah ia kerjakan di dunia) dan menyiksa orang yang berbuat jelek karena kejelekan (yang pernah perbuat di dunia). Kemudian mereka akan kekal dalam nikmat atau siksa.<br />
Dan jelas, jika akhlak berlandaskan kepada akidah semacam ini, maka tugas manusia hanyalah mengharapkan keridlaan Allah dalam segala tingkah lakunya. Taqwa adalah faktor penolak internal bagi manusia dari mengerjakan dosa. Seandainya akhlak tidak bersandarkan kepada akidah ini (akidah tauhid), niscaya tujuan utama manusia dalam setiap tingkah lakunya adalah berfoya-foya dengan kenikmatan dunia yang fana dan tenggelam dalam lautan kehidupan materi.<br />
Akidah-akidah yang memiliki paham Atheisme dengan persepsinya yang memusnahkan rasa ketergantungan manusia kepada Penciptanya yang maha sempurna dan rasa bertanggungjawab kepada-Nya, sebenarnya akidah-akidah tersebut telah memusnahkan satu sumber utama nilai-nilai akhlak (dalam kehidupan manusia), dan ia tidak akan mampu menemukan sumber lain sekuat sumber itu sebagai gantinya.<br />
Akhlak adalah satu kebutuhan vital masyarakat. Akhlak adalah pengaman dari berkobarnya api kejahatan yang sudah lama tersimpan dalam diri manusia. Atas dasar ini, membangun sebuah masyarakat tanpa didukung oleh tuntunan-tuntunan akhlak bagaikan membangun sebuah bangunan di atas tumpukan pasir.<br />
Amirul Mukminin a.s. berkata:<br />
لَوْ كُنَّا لاَ نَرْجُوْ جَنَّةً وَلاَ نَخْشَى نَارًا وَلاَ ثَوَابًا وَلاَ عِقَابًا، لَكَانَ يَنْبَغِيْ لَنَا أَنْ نَطْلُبَ مَكَارِمَ اْلأَخْلاَقِ، فَإِنَّهَا مِمَّا تَدُلُّ عَلَى سَبِيْلِ النَّجَاحِ<br />
(Apabila kita tidak mengharap surga dan tidak takut neraka, dan tidak mengharap pahala dan siksa, maka sepatutnya kita mencari akhlak yang mulia. Karena akhlak mulia dapat menunjukkan kepada kita jalan keselamatan).</p>
<blockquote><p><strong>Metode Akidah dalam Membentuk Manusia Berakhlak</strong></p></blockquote>
<p>Akhlak memperoleh perhatian khusus dalam ajaran-ajaran akidah Islam. Dengan ini, dalam usaha membentuk manusia berakhlak mulia dan terselamatkan dari dekadensi moral, akidah mengikuti metode-metode yang beraneka ragam demi mencapai hal itu. Metode-metode tersebut antara lain:<br />
1. Menjanjikan Pahala Ukhrawi bagi Orang yang Berakhlak Mulia.<br />
Akidah menjanjikan pahala yang besar dan derajat yang tinggi di akhirat kelak bagi orang yang berakhlak mulia, dan siksa yang pedih bagi orang yang berakhlak tidak terpuji dan menyembah hawa nafsunya.<br />
Rasulullah saww bersabda:<br />
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَبْلُغُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ عَظِيْمَ دَرَجَاتِ اْلآخِرَةِ وَشَرَفِ الْمَنَازِلِ وَإِنَّهُ لَضَعِيْفُ الْعِبَادَةِ<br />
(Seorang hamba dengan akhlaknya yang mulia bisa mencapai derajat akhirat yang agung dan tempat yang mulia kendatipun sedikit ibadahnya).<br />
Dalam hadis yang lain beliau bersabda:<br />
إِنَّ حَسَنَ الْخُلُقِ يَبْلُغُ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ<br />
(Orang yang berakhlak terpuji dapat menyamai derajat orang yang berpuasa dan shalat malam).<br />
Beliau berwasiat kepada Bani Abdul Muthalib:<br />
يَا بَنِي عَبدِ الْمُطَّلِبِ، أَفْشُوا السَّلاَمَ وَصِلُوا اْلأَرْحَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَطَيِّـبُوا الْكَلاَمَ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ<br />
(Wahai Bani Abdul Muthalib, sebarkanlah salam, sambunglah tali kekerabatan, berilah makan (kepada orang-orang fakir) dan bertutur katalah yang baik, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat).</p>
<p>Beliau juga bersabda:<br />
إِنَّ الْخُلُقَ الْحَسَنَ يُمِيْثُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا تُمِيْثُ الشَّمْسُ الْجَلِيْدَ<br />
(Akhlak yang terpuji dapat mencairkan kejelekan sebagaimana matahari mencairkan es).<br />
Imam Ash-Shadiq a.s. juga berkata: “Sesungguhnya Allah SWT akan memberikan pahala kepada hambanya karena akhlaknya yang terpuji seperti Ia memberi pahala kepada seorang mujahid di jalan Allah”.<br />
Menjelaskan Efek-efek Duniawi Akhlak.<br />
Seseorang yang berakhlak terpuji akan mampu beradaptasi dengan sesamanya, hidup bahagia, tentram dan melangkah dengan mantap. Adapun orang yang tidak memiliki nilai dan prinsip-prinsip moral, ia akan jatuh dalam jurang kegelapan, hidup dalam kecemasan dan kebingungan sehingga dirinya tersiksa, tidak disenangi oleh sesamanya dan akhirnya akan terjerumus ke dalam jurang kesesatan yang tidak memiliki akibat yang terpuji.<br />
Rasulullah saww bersabda:<br />
حُسْنُ الْخُلُقِ يُثَبِّتُ الْمَوَدَّةَ<br />
(Akhlak yang terpuji dapat melanggengkan kecintaan).<br />
Imam Ali a.s. berkata:<br />
&#8230; وَفِي سَعَةِ اْلأَخْلاَقِ كُنُوْزُ اْلأَرْزَاقِ<br />
(&#8230;Dan dalam akhlak yang mulia tersembunyi simpanan-simpanan rizki).<br />
Imam Ash-Shadiq a.s. berkata:<br />
وَإِنْ شِئْتَ أَنْ تُكْرَمَ فَلِنْ، وَإِنْ شِئْتَ أَنْ تُهَانَ فَاخْشُنْ<br />
(Jika engkau ingin dihormati, maka berlemah lembutlah dan jika kau ingin dihina, maka bersikaplah kasar).</p>
<p><em>sumber : admin</em></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jinong90.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jinong90.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jinong90.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jinong90.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jinong90.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jinong90.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jinong90.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jinong90.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jinong90.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jinong90.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jinong90.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jinong90.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jinong90.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jinong90.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jinong90.wordpress.com&amp;blog=4903761&amp;post=93&amp;subd=jinong90&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jinong90.wordpress.com/2011/06/10/aqidah-akhlaq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fd6074cf44a3c76429c5c92f6c821f28?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jinong90</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jinong90.files.wordpress.com/2011/06/kaligrafi51.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kaligrafi51</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
